インドネシアにおける各種開発リスク

ドキュメント内 報告書(和文) (Page 73-79)

第 1 章 相手国・セクターの概要

1) インドネシアにおける各種開発リスク

1. Undang-Undang RI No.3 Tahun 2002

Latar belakang dibentuknya UU RI No.3 Tahun 2002 ini adalah adanya reformasi, perubahan UUD 1945 pasal 30 dan 27, TAP MPR RI NO.VI/MPR./200C tentang Pemisahan TNI dan POLRI, TAP MPR RI No. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan POLRI serta UU No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara RI dan UU No.l tahun 1988 tentang Perubahan atas UU No. 20/1982 yang dianggap sudah tidaksesuai lagi.

Dalam kehidupan bernegara, aspek pertahanan merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup negara tersebut. Tanpa mampu mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar negeri atau dari dalam negeri, suatu negara tidak akan dapat mempertahankan keberadaannya.

Diundangkan pada era reformasi, yang mengakomodasikan seluruh tuntutan reformasi di segala bidang termasuk pertahanan. Pada hakekatnya, Undang-Undang No. 3 tahun 2002 ini merupakan amanat seluruh rakyat Indonesia, dalam upaya penyelenggaraan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dirumuskan melalui DPR. Berdasarkan pandangan hidup dan dasar negara dalam prinsip-prinsip penyelenggaraan negara yang dianut oleh bangsa Indonesia maka tidak seorangpun warga negara Indonesia boleh dihindarkan dari kewajiban ikut serta daiam pembelaan negara, kecuali ditentukan dengan undang-undang

Dalam sistem pertahanan Negara, bentuk ancaman bisa dibagi dua. Pertama, untuk menghadapi ancaman militer, maka TNI ditempatkan sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan pendukung. Sedangkan yang kedua bila menghadapi ancaman non militer, menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama sesuai denga bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa.

.

Pemerintah, melalui UU No 3 Tahun 2002, menyerahkan tanggung jawab pengamanan objek vital secara nasiona! berada di kepotisian. Pengamanan objek vital yang dilakukan TNI berada di bawah kendali kepolisian. Bantuan dari TNI dapat diberikan kalau ada peningkatan ancaman. Jika suatu ancaman telah melampaui batas kemampuan dari satuan pengamanan dan sistem pengamanannya, polisi dapat meminta bantuan dari TNI, namun mereka berada di bawah kendali kepolisian. Bantuan yang dimaksud bersifat komplemen.

2. Keputusan Presiden Rl No 63 Tahun 2004

Objek vital Nasional memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, oleh karena itu dibuat Keputusan Presiden ini untuk mencegah meningkatnya ancaman dan gangguan terhadap objek vital nasional.

Dalam Keputusan Presiden ini, ada beberapa defenisi yang diberikan terkait pada pengamanan objek vital, yaitu: terhadap setiap ancaman dan gangguan yang ditujukan kepada Objek Vital Nasional.

Ancamanadalah setiap usaha dan kegiatan dengan segaia bentuknya baik yang berasal dari dalam negeri maupun iuar negeri yang dinilai dapat berpotensi membahayakan kelang sungan berfungsinya Objek Vital Nasional.  Gangguanadalah tindakan yang sudah nyata dan menimbulkan kerugian

berupa korban jiwa dan/atau harta benda serta dapat berakibat trauma psikis kepada pegawai/karyawan Objek Vital Nasional.

Dalam Kepres No 63 Tahun 2004 ini ditentukan bahwa pengelola objek vital nasional bertanggungjawab atas penyelenggaraan pengamanan Objek Vital Nasional masing-masing berdasarkan prinsip pengamanan internal. Meskipun demikian, Kepolisian Negara Republik Indonesia berkewajiban memberi bantuan pengamanan terhadap Objek Vital Nasional.

Pengelola objek vital nasional bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia menentukan konfigurasi standar pengamanan masing-masing objek vital nasional yang meliputi kekuatan personil beserta sarana prasarana pengamanannya. Pengelola objek vital nasional dalam menyelenggarakan pengamanan internal harus memenuhi standar kuaiitas atau kemampuan yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta mempertimbangkan masukan dari Departemen/Instansi terkait dan ketentuan internasional yang berlaku. Pengelola objek vital nasional bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia juga harus meiaksanakan secara periodik audit sistem pengamanan yang ada sesuai Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

1. Menurut Kepres ini, dalam meiaksanakan pengamanan objek vital nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat meminta bantuan kekuatan Tentara Nasional Indonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengamanan objek vital nasional yang merupakan bagian organik atau termasuk dalam lingkungan dari Tentara Nasional Indonesia dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia. keamanan internasional yaitu Group 4 Security, untuk mengatasi masaiah-masalah di wilayah operasi minyak mereka yang mengalami konflik di provinsi Riau, Sumatera.

2. Meminta Instansi Bersenjata Menjaga Keamanan Perusahaan

sejumlah besar dana dari PT Freeport McMoran yang masuk ke kantong pejabat TNI dan POLRI. Artikel berjudui Below a Mountain of Wealth, a River of Waste yang ditulis Jane Perlez dan Raymond Bonner, itu mengungkapkan bahwa TNI dan POLRI telah menerima dana sebesar US$ 20 juta (sekitar Rp. 190 miliar). Dana sebesar itu, tulis mereka, belum termasuk dana sebesar US$ 10 juta sebagai pemberian untuk aparat keamanan berpangkat jenderal hingga sersan. Tak ada makan siang yang gratis karena dana itu pun bukan sekadar hibah. PT. Freeport lalu meminta imbalan agar dua instansi bersenjata itu menjaga pertambangan mereka yang berlokasi di Timika, Papua Barat.

3. Melakukan Community Development

Sejumlah objek vital secara umum telah meiakukan upaya pengembangan masyarakat(CommunityDevelopment),dengan penjelasan sebagai berikut : a. PT.ArunLNGCo.

PT. Arun LNG Co. mengarahkan program pengembangan masyarakat dengan prioritas pada bidang pendidikan, agama, kesehatan, pemuda, olahraga, dan budaya. Realisasi program pengembangan masyarakat, antara lain:

> Pembangunan jalan raya sepanjang 240 km.

> Bantuan pengadaan Dosen Terbang untuk Fakultas Teknik Kimia Universitas Syah Kuala.

> Membangun penambahan ruang-ruang belajar TK, SD, SMP, SMA, MIN dan MIS di Kabupaten Aceh Utara.

> Membangun pasardi Desa BatuphatTimur, Kecamatan Muara Dua. b. PT. DI

Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, antara lain :

> Perbaikan jalan-jalan di sekitar iingkungan kantor dan sekitar PT. DI (pengaspalan/hotmiks).

> Pemberian beasiswa bagi anak karyawan yang berprestasi.

> Sebelum krisis, PT. DI menyeienggarakan "Apprentice Training" selama 3 tahun untuk mencetaktenag3-tenaga trampi! yang slap kerja dengan biaya gratis dan uang saku buianan.

> Dengan PMI melakukan kerjasama kegiatan donor darah.

> Menyewakan gedung pertemuan dan gedung PKSN kepada masyarakat sekitar maupun karyawan perusahaan.

> Mernbentuk Tim Perduli, seperti perduli (gempa/tsunami) untuk Aceh, Yogya, dan Pangandaran.

c. PT. Indonesia Power Suralaya

Pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan pada penduduk sekitar, di antaranya berupa pemberdayaan (empowerment) dan darmabakti (charity). MenurutKepala Divisi Community development PT. Indonesia Power UBP Suralaya,pemberdayaandi sini bisa berupa pembukaan lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar. Selama ini yang telah berhasil dilakukan adalah perekrutan warga sekitar sebagai tenaga buruh, satuan pengamanan (satpam) dancleaning service.

Dalam bidangcharitypihak perusahaan memberikan bantuan berupa :

> Pengobatan gratis bagi warga masyarakat sekitar setiap hari Kamis; apabila,dalam pemeriksaan tersebut terdapat warga yang menderita penyakit yangmagak parah biasanya perusahaan merujuknya ke Puskesmas terdekat, tetapi apabila si pasien harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif maka pihak perusahaan merujuknya ke Rumah Sakit Kecamatan dengan biaya yang ditanggung oleh pihak perusahaan.

memberikan keleluasaan Kepada masyarakat sekitar untuk menjual atau mengolahnya sebagai bahan campuran semen untuk bahan dasar pembuatan kerajinan relief.

Selain penekanan pada pemberdayaan dan charity dalam upayanya untuk pemberdayaan masyarakat lokal, PT. Indonesia Power UBP Suralaya Divisi Community developmentjuga memberikan perhatiannya padasistem sosial danpolapikir masyarakat setempat. Pihak perusahaan menilai bahwa sistem sosiai dan pola pikir warga lokal masih sangat rendah. Hai ini terjadi karena tingkat kesejahteraan dan pendidikan mereka yang relatif masih rendah, bahkan ada sebagian warga masyarakat yang masih buta huruf(l,15%). d. PT. Petrokimia- Gresik

Bentuk kegiatan community development yang dilakukan PT, Petrokimia berupa:

> Bantuan Fisik

• PT Petrokimia Gresik telah memberikan bantusn dana untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas umum di masyarakat, seperti tempat ibadah, gedung sekolah, prasarana transportasi atau jalan, prasarana olah raga, kesehatan, dll.

• PT Petrokimia Gresik juga telah membangun fasilitas olah raga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Stadion Tri Dharma, disediakan untuk kegiatan komersial (Pertandingan putaran 8 Besar Liga Indonesia Group B diselenggarakan di stadion ini). Dua lapangan terbuka dibangun untuk kepentingan karyawan perusahaan, namun masyarakat dapat memanfaatkannya secara gratis.

• PT Petrokimia Gresik juga telah membangun rumah sakit. Pada mulanya pengelolaan rumah sakit merupakan bagian dari manajemen perusahaan, namun sekarang rumah sakit ini sudah dikelola secara mandiri sebagai rumah sakit swasta. Pelayanan kesehatan di rumahsakit ini dapat

> Pengembangan Ekonomi Rakyat

PT Petrokima Gresik memberikan bantuan untuk mengem bangkan ekonomi rakyat antara lain dengan memberikan pelatihan dan modal usaha ekonomi produktif bagi pemuda putus sekolah. Untuk memantau perkembangan usaha, PT Petrokimia Gresik juga melakukan monitoring dan evaluasi. Pada setiap peringatan HUT perusahaan PT Petrokimia Gresik juga selalu menyeienggarakan Pasar Murah bagi masyarakat.

> Bantuan Dana untuk Kegiatan Kemasyarakatan

PT Petrokimia Gresik selalu memberikan bantuan dana kepada masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan seperti Peringatan HUT RI, peringatan HUT Kota Gresik, peringatan hari-hari besar keagamaan, dll. PT Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana

> Pengembangan Ekonomi Rakyat

PT Petrokima Gresik memberikan bantuan untuk mengem bangkan ekonomi rakyat antara lain dengan memberikan pelatihan dan modal usaha ekonomi produktif bagi pemuda putus sekolah. Untuk memantau perkembangan usaha, PT Petrokimia Gresik juga melakukan monitoring dan evaluasi. Pada setiap peringatan HUT perusahaan PT Petrokimia Gresik juga selalu menyeienggarakan Pasar Murah bagi masyarakat.

> Bantuan Dana untuk Kegiatan Kemasyarakatan

PT Petrokimia Gresik selalu memberikan bantuan dana kepada masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan seperti Peringatan HUT RI, peringatan HUT Kota Gresik, peringatan hari-hari besar keagamaan, dll. PT Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam, baik bantuan materi maupun penyelamatan oleh Tim SAR Petrokimia Gresik Diving Club.

para roKon agama aan tokoh masyarakat Gresik ini juga diajak berkeliling perusahaan agar dapat mengetahui dengan benar apa yang terjadi di dalam perusahaan.

> Lahan untuk Penampungan Pedagang Kaki Lima

PT Petrokimia Gresik menerima permintaan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengijinkan sebagian lahannya dipergunakan sebagai tempat panampungan sementara pedagang kaki lima, ketika pemerintah kesulitan menemukan lokasi bagi padagang kaki lima yang terkena penertiban. Pada parsoaian ini perusahaan sebetulnya menghadapi dilema. Di satu pihak, perusahaan ingin membantu pemerintah kabupaten. Di lain pihak, lahan yang akan digunakan sebetulnya merupakan "areal bebas aktivitas", karena di bawahnya terdapat pipa gas. Aktivitas di atas pipa gas beresiko terjadi kerusakan terhadap pipa gas, yang jika hal itu terjadi dapat mengancam perusahaan maupun warga masyarakat. Karena tidak ada alternatif lain, akhirnya permintaan pemerintah kabupaten terpaksa dipenuhi hingga saat ini. e. Badan Atom Nasional (BATAN)

BATAN sebagai bagian dari PUSPITEK yaitu salah satu lembaga penelitian milik negara tidak mempunyai anggaran khusus untuk melakukan pengembangan masyarakat (community development). Namun demikian BATAN memiliki kepedulian terhadap penduduk iokal yang kurang beruntung

yang tinggal di sekitar kawasan Puspitek. Kegiatan sosial yang dilakukan BATAN antara lain :

> Buka puasa bersama antara warga masyarakat Iokal dan jajaran

perusahaan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap bulan ramadhan.

> Melibatkan warga dalam kegiatan pemeliharaan gedung seperti potong rumput, cat gedung dan kebersihan lingkungan.

BATAN melalui Program Litbangyasa IPTEK Nuklir berusaha untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dan pembangunan. Kegiatan Litbangyasa dilakukan menurut bidang program yang diselaraskan dengan Punas Ristek dan Fokus Program Pembangunan Nasiona! yang meliputi bidang pangan (pertanian/peternakan); energi; teknologi informasi dan komunikasi; kesehatan dan obat-obatan; kelautan dan kebumian dan manufaktur.

Beberapa kegiatan/kerjasama yang dilakukan BATAN adalah : a. Dalam bidang perianian

• Dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ke'ompok Tani Andalan Nasional (KTAN) membuat benih padi unggul (varietas unggul) dengan sistem radiasi terhadap susunan

genetikanya

(pemuliaan genetis), sehingga benih yang dihasilkan adalah benih padi yang usianya pendek (< 4 bulan; 100 hari), pohonnya pendek sehingga lebih tahan terhadap angin, dan rasanya enak.

• Penanganan pasca panen terhadap hasil-hasil pertanian, sehingga hasil pertanian lebih tahan lama dan kualitasnya tidak menurun. b. Dalam Bidang Kedokteran

Dewasa ini dalam dunia kedokteran telah dikenal istilahirKedokteran Nuklir". Kedokteran nuklir sangat membantu dalam mendiagnosa berbagai macam penyakit, terutama penyakit dalam seperti penyakit jantung koroner, penyakit kelenjar gondok, gangguan fungsi ginjal, dll. Diagnosa semacam ini lebih cepat dan akurat dengan menggunakan bantuan detektor radiasi gamma yang dirangkai dengan suatu sistem instrumentasi. Teknologi kedokteran nuklir sangat berperan dalam terapi berbagai penyakit, seperti kanker kelenjar gondok, hiperfungsi kelenjar gondok, keganasan sel darah merah, inflamasi. Selain itu pemanfaatan teknologi nuklir di luar kedokteran nuklir antara lain: f. PT. Chevron Pacific Indonesia

PT. Chevron Pacific Indonesia menetapkan bidang-bidang berikutmenjadi bidang perhatian pengembangan masyarakat, yaitu:

1. Kesehatan

a. Pelayanan pencegahan dan pengobatan : > Pelayanan Kesehatan Keliling > Sunatan Massal

> Program Peningkatan Gizi bagi Balita

> Peningkatan gizi & penanggulangan penyakit b. Peralatan dan obat-obatan

> Pekan Imunisasi Nasional > Program Imunisasi untuk pelajar

> Peralatan Pembakar Sampah di 3 Rumah Sakit

> Truk Sampah untuk Duri, Dumai, Pekanbaru & Kampar > Peralatan Darurat untuk Duri dan Minas

> Inkubator untuk klinikterpencildi Kampar dan Minas c. Fasilitas renovasi dan konstruksi

> Pembangunan Klinik, Puskesmas dan Posyandu > Perumahan untuk Bidan di daerah terpencii 2. Pendidikan

a. Konstruksi dan Fasilitas Renovasi b. Pelatihan dan Insentif Bagi Guru c. Pelatihan Kejuruan

d. BeaSiswa

3. Kelatinan efektif Mikro Organisme

> Perkebunan Cabe di Minas, Duri, Rumbai, Kandis, Pasirpangaraian

> Pencetakan sawah > Perkebunan Hortikultura

a. Industri rumah tangga

> Pelatihan Menjahit bagi 120 orang Wanita di Rumbai > PenempaanBesidiDumai

> Usaha Cetak Sablon Bagi Orang Cacat > Pencetakan Batik di Petapahan

> Usaha Pisang Sale di Tanah Putih b. Industri rumah tangga

> Budidaya Perikanan dengan UIMRI di Bendungan Kotopanjang > Bantuan Keramba Ikan di Rangau, Sikapas, Pekanbaru, Bangko > Kolam Ikan di Kulim, Pulaugadang, Rengat

> Pengembangbiakan Ternak di Sigunggung, Kulim, Pematangpudu

4. Bidang-bidang khusus a. Pembangunan Politeknik b. Chevron Scholastic Award c. Sepak bola Junior Piala Chevron

d. Peningkatan kemampuan komputer masyarakat e. Taman terbuka Rumbai

f. Pengembangan daerah Meranti Pandak g. Fakultas Informatika IAIN SUSQA

melaksanakan programcommunity developmentdengan "cara" masing-masing. Namun yang rnasih menjadi pertanyaan besar adalah Mengapa aksi masyarakat dan tindak anarkis yang dilakukan dengan merusak aset perusahaan masih kerap kali dilakukan oleh masyarakat sekitar?Tentu saja faktor penyebabnya adalah adanya ketidakberesan dalamcomdev yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Contohnya pada kasus PT. Chevron dimana terjadinya pemotongan pipa gas oieh masyarakat sedangkan di satu sisi begitu banyak yang telah dilakukan PT. Chevron bagi membantu pembangunan daerah terutama bagi masyarakat sekitar. Ini disebabkan karena pertama, tidak dipahaminya konsep community development itu sendiri, Bagi pihak perusahaan selama mereka telah memberi sumbangsih apapun bagi masayarakat dengan jumlah berapa pun tanpa adanya batas minimal mereka menganggap sudah memenuhi dan melaksanakan program comdev tersebut. Namun, pada kenyataannya, apa yang diberikan perusahaan terkadang tidak dirasakan oleh masayarakat sekitar. Karena mungkin saja terjadi ketidakcocokan antara apa yang diberikan oleh perusahaan dengan apa yang dirasakan dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Itulah sebabnya pendekatan dalam menjaiankan konsep comdev sendiri pun dibutuhkan suatu kajian yang mendalam dan spesifik agar comdev yang dilakukan memang benar-benar tepat sasaran dan pada intinya dapat menjadikan masyarakat sebagai salah satu basis pengamanan perusahaan. Faktor yang kedua, yaitu belum adanya aturan-aturan yang bersifat legal, yang dapat mengatur berbagai aturan main perusahaan yang berhubungan dengan comdev. Contohnya kerangka dasar yang harus dilakukan dalam CSR, berapa persen dana yang harus dikeluarkan untukcomdevdan lain sebagainya sehingga comdev yang yang dijalankan pun tidaksekedar comdev"seadanya" saja.

Bab 8

ドキュメント内 報告書(和文) (Page 73-79)