縦横自由にレイアウトした例

In document SC-T7250D/SC-T5250D/SC-T7250/SC-T5250/SC-T3250 (Page 103-106)

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diiimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

Berikut ini disajikan beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran di TK/RA.

1. Metode bercerita / Mendongeng

Metode bercerita berupa kegiatan menyimak tuturan lisan yang mengisahkan suatu peristiwa. Metode ini untuk mengembangkan daya imajinasi, daya pikir, emosi, dan penugasan bahasa anak. Mendengarkan cerita atau dongeng merupakan kegiatan yang cukup mengasyikkan bagi anak-anak. Karena itu banyak guru TK menggemari metode ini. Dengan mendongeng, seorang guru TK dapat menyampaikan bahan pelajaran tanpa mengakibatkan perasaan digurui pada diri anak-anak. Mendongeng juga akan membuka kesempatan kepada anak didik untuk mengajukan pertanyaan- pertanyaan. Atau tidak jarang gurulah yang mengajukan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh anak didiknya agar mereka ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Sering kali kita jumpai pula guru-guru TK yang mendongeng dengan dilengkapi alat-alat peraga seperti boneka atau gambar-gambar.49

2. Metode bercakap-cakap

Metode bercakap-cakap berupa kegiatan bercakap-cakap atau bertanya jawab antara anak dan guru atau anak dan anak. Bercakap-cakap dapat dilaksanakan dalam bentuk : (1) bercakap-cakap bebas, (2) bercakap-cakap menurut pokok bahasan, dan (3) bercakap-cakap berdasarkan gambar seri.

Dalam bercakap-cakap bebas kegiatan tidak terikat pada tema, tetapi pada kemampuan yang diajarkan. Bercakap-cakap menurut pokok bahasan dilakukan berdasarkan pokok bahasan tertentu. Bercakap-cakap berdasarkan gambar seri menggunakan gambar seri sebagai bahan pembicaraan. Kegiatan ini menarik minat anak-anak karena dengan cara ini merka merasa bebas mengungkapkan isi hatinya dan berceloteh sesuai dengan dorongan hati pada tingkat perkembangan usianya.

3. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dilaksanakan dengan cara mengajukan pertanyaan tertentu kepada anak. Metode ini digunakan untuk (1) mengetahui pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki anak, (2) memberi kesempatan anak untuk bertanya, dan (3) mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapat.

Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan siswa.

Beberapa hal penting diperhatikan dalam metode tanya jawab ini antara lain : a. Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab

1. Untuk mengetahui samapi sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa

2. Untuk merangsang siswa berpikir

3. Memberi pada siswa untuk mengajukan masalah yang belum dipahami b. Jenis pertanyaan :

Pada dasarnya, ada dua pertanyaan yang perlu diajukan, yakni pertanyaan ingatan dan pertanya pikiran :

1. Pertanyaan ingatan, dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan sudah tertanam pada siswa. Biasanya pertanyaan berpangkal kepada apa, kapan, di mana, berapa, dan sejenisnya.

2. Pertanyaan pikiran, dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana cara berpikir anak dalam menanggapi suatu persoalan. Biasanya pertanyaan ini dimulai dengan kata mengapa, dan bagaimana.

c. Teknik mengajukan pertanyaan

Berhasil tidaknya metode tanya jawab, sangat bergantung kepada teknik guru dalam mengajukan pertanyaannya metode tanya jawab biasnya digunakan apabila

1) Bermaksud mengulah bahan pelajaran 2) Ingin membangkitkan siswa belajar 3) Tidak terlalu banyak siswa

4) Sebagai selingan metode cemah. 4. Metode karyawisata

Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar.

Metode karyawisata dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi objek-objek yang sesuai dengan kompetensi yang diajarkan. Contoh : mengajak siswa ke kebun binatang untuk mengetahui berbagai jenis satwa, selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisata di atas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama, karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.

Langkah-langkah pokok dalam pelaksanaan metode karyawisata. 1) Perencanaan karyawisata

a) Merumuskan tujuan karyawisata, b) Menetapkan objek karyawisata sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, c) Menetapkan lamanya karyawisata, d) Menyusun rencana belajar bagi siswa selama karyawisata, e) Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan

2) Pelaksanaan karyawisata

Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar di tempat karyawisata dengan bimbingan guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan pada fase perencanaan di atas.

3) Tindak lanjut

Pada akhir karyawisata siswa diminta laporannya secara lisan (bercerita), mengenai apa yang telah mereeka pelajari pada waktu karyawisata.

5. Metode demonstrasi

Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan

memperagakandan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau sekadar tiruan. Sbagai metode penyajian, demonstrasitidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pengajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.

Metode demonstrasi dilakukan dengan cara mempertunjukkan atau memperagakan suatu cara atau suatu keterampilan. Tujuannya agar anak memahami dan dapat melakukannya dengan benar, misalnya mengupas buah, memotong rumput, menanam bunga, mencampur warna, meniup balon kemudian melepaskannya, menggosok gigi, mencuci tangan, dan lain-lain.

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara menerangkan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin syah, 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenan dengan bahan pelajaran. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Manfaat psikologis pedagogis dari metode domentrasi antara lain : a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan

c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa. (Daradjat, 1985).

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.

b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan.

c. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Anak didik terkadang suka melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan

Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasi apa yang didemontrasikan. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

6. Metode sosiodrama atau bermain peran

Sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang mnyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, gambaran keluarga yang otoriter, dan lain sebagainya. Sisiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah-masalah sosial serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya.

Metode sisiodrama juga dimaknai sebagai cara memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran, yakni anak diminta memainkan peran tertentu dalam

suatu permainan peran. Misalnya bermin jual beli sayur-mayur, bermain menolong anak yang jatuh, bermain menyayangi keluarga, dan lain-lain.

Dalam metode ini anak-anak diberi kesempatan untuk memerankan tokoh-tokoh dalam suatu kegiatan terpadu (berkelompok) yang membentuk cerita, dongeng, permainan atau kehidupan sehari-hari. Misalnya Wawan menjadi Kancil, Iko menjadi Pak Tani, dan Selvi menjadi Bu Tani. Mereka diminta melakonkan dongeng “Kancil mencuri ketimun” dalam bentuk sandiwara.

Disini selain anak-anak diberi kesempatan untuk menggnakan bnda-benda di sekitar mereka dan mengembangkan imajinasi, juga melakukan pengahayatan terhadap berbagai bentuk perasaan melalui pengembangan kemampuan berekspresi. Papan tulis mungkin bisa dianggap sebagai boneka hantu tempat si kancil terjerat getah yang dipasang Pak Tani. Si Selvi sebagai Bu Tani diberi kebebasan untuk melakukan pengghayatan dalam menasehati si Kancil yang suka mencuri. Si Wawan sebagai kancil diberi kesempatan menghayati perasaan menyesal dan mempraktekkan permintaan maaf.

Anak-anak umumnya menyukai metode ini karena mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berekspresi dan mengembangkan imajinasi.50

7. Metode eksperimen

Metode eksprimen adalah cara memberikan pengalaman kepada anak di mana anak memberi perlakuan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya. Mempelajari kemampuan sains kurang dapat berhasil bila tidak ditunjang dengan kegiatan percobaan di laboratorium.

Laboratorium sains tidak hanya sebatas ruangan khusus yang dibatasi dinding, tetapi dapat lebih luas mencakuplaboratorium terbuka berupa alam semesta. Dalam pross pembelajaran dengan metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami atau melakukan percobaan sendiri baik secara individual maupun kelompok kecil.

Ada dua istilah berbeda yang sering digunakan berkaitan dengan metode eksperimen ini, yaitu praktikum (practical work) dan eksperimen. Praktikum lebih cendrung untuk membangun keterampilan menggunakan alat-alat sains atau mempraktikkan suatu teknik/prosedur tertentu. Adapun eksperimen bertujuan untuk mengetahi/menyelidikisesuatu yang baru menggunakan alat-alat sains tertentu. Baik praktikum maupun eksperimen memegang peranan yang penting dalm pendidikan sains, karena dapat memberikan latihan metode dan sikap ilmiah bagi siswa.51

Metode percobaban adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di laboratorium.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :

a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku.

b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan study eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.

c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

51 Trianto. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA dan Anak Kelas Awal SD/MI.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :

a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen.

b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus mentaati untuk melanjutkan pelajaran.

c. Metode ini lebih sesuai untuk mengajikan bidang-bidang ilmu dana teknologi. Menurut Roestiyah (2001 : 80), metode ekeperimen adalah suatu cara mengajar, dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievalusi oleh guru.

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) dalam eksperimen siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa, b) agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih, c) dalam eksperimen siswa prlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu, d) siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengamalan serta ketrampilan, serta kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih objek eksperimen itu, e) tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi

hidup sosial dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.

8. Metode diskusi

Muhibbin Syah (dalam Trianto, 2011), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga di sebut sebagai diskusi kelompok (group discusion) dan resitasi bersama (socialized recitation).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Mendorong siswa berpikir kritis

b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas

c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama

d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :

a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapa dipecahkan dengan berbagai jalan

b. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik

c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :

a. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal

9. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. Dalam hal ini, penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus, yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT)

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secara tertip, yaitu : a. Menyampaikan materi oleh guru

b. Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa c. Pemberian tugas kepada siswa

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajarn, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

Metode ini merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (Drill).

In document SC-T7250D/SC-T5250D/SC-T7250/SC-T5250/SC-T3250 (Page 103-106)