共生微生物調査

In document <4D F736F F D F8A4A94AD926E95F18D908F915F B835782C882B594C5> (Page 147-158)

第 4 章 現地調査の結果

8) 共生微生物調査

Karya: Martina Lianty

Sudah dua hari ini aku sering menyendiri dan melamun. Bahkan pernah, saat istirahat sekolah tiba-tiba aku menangis. Monita yang duduk di sebelahku sampai merasa heran.

”Sudahlah, Wi! Malu dilihat teman-teman,” ujar Monita.

Hari ini sepulang sekolah, aku semakin gelisah. Biasanya kalau Sabtu begini aku paling bersemangat. Sebab, ayahku yang bekerja di luar kota pasti pulang. Tetapi hari Sabtu kali ini suasananya berbeda sekali.

Aku masuk ke kamar dan merebahkan badan di tempat tidur. Pikiranku melayang. Yang membuatku sedih adalah Ayah berjanji akan menghadiahiku boneka beruang besar kalau nilaiku tetap bagus. Namun, dua hari lalu aku harus menerima nasib buruk. Rapor cawu II-ku jeblok. Angka 5 tertera di barisan sejarah. Padahal, di rapor sebelumnya aku menduduki peringkat ke-3. Ayah belum tahu hasil raporku ini. Menjelang malam, terdengar ketukan di pintu. Ayah lalu masuk sambil menenteng bungkusan yang sangat besar. Wajah Ayah berseri-seri. Tetapi aku justru sembunyi di balik bantal.

”Dewi!” sapa Ayah sambil duduk di pinggir tempat tidur. Aku tak berani menjawab. Kemudian, terdengar suara Ibu yang juga ikut masuk ke kamarku.

Cerita anak merupakan cerita rekaan yang disajikan melalui jalinan cerita yang menarik sehingga mampu memberikan kesan tersendiri bagi pendengar atau pembaca. Melalui cerita anak, kamu akan mendapatkan banyak gambaran tentang watak dan perilaku manusia.

Kata Kunci: Mendengarkan – Mencatat – Menjelaskan Cerita Anak

Dengarkan dengan saksama cerita anak yang akan dibacakan guru berikut ini!

Wah, aku akan mendengar-

kan cerita anak!

Gambar 3.1 Mendengarkan cerita anak merupakan kegiatan yang menyenangkan

”Dewi, bangun sayang!” kata Ibu sambil menyentuh pundakku. ”Masalah tidak akan selesai kalau kamu hanya sembunyi di balik bantal.”

Aku akhirnya menggeser bantalku. Aku duduk di sisi Ayah. Dengan memberanikan diri, kupandang wajah Ayah yang tampak kecewa. Hatiku pedih.

”Maafkan Dewi, Yah!” kataku pelan. ”Dewi terlalu banyak main. Jangan marah ya, Yah!” Ayah menghela napas.

”Ayah tidak marah. Nilai rapormu, kan, laporan dari hasil kerjamu sendiri selama ini. Rapormu yang sebelumnya, kan, bagus. Sayang kalau hasil kerja kerasmu dulu itu jadi sia-sia,” ujar Ayah sambil tersenyum ramah. Aku terdiam. Ayah berdiri, lalu menyerahkan bungkusan yang tadi dibawanya.

”Boneka ini Ayah beli untukmu. Apa pun hasil rapormu, terimalah!” Aku menerima boneka itu dengan hati pedih.

Ketika Ayah kembali ke luar kota, aku hanya bisa menatap mata bening beruang yang memandangiku. ”Beruang, duduklah di situ untuk melihatku belajar. Kalau aku malas lagi, aku akan mengingatmu sebagai hadiah atas kesalahanku.”

Boneka itu masih duduk di atas tempat tidurku. Aku bisa memandanginya setiap saat. Kini, boneka beruang itu menjadi peringatan ketika aku mulai malas belajar. Pandangan matanya seperti memberiku peringatan.

(Dikutip dari Bobo No. 47/XXIX, 1998, dengan pengubahan)

Apa yang menarik dari cerita yang baru saja kamu dengarkan? Berikut ini beberapa hal yang menarik dalam cerita anak.

1. Tokoh-Tokoh Cerita dan Wataknya

Salah satu daya tarik cerita terletak pada tokohnya. Tokoh yang selalu terlibat dalam berbagai peristiwa yang dikisahkan disebut tokoh utama. Adapun tokoh yang tidak selalu hadir dalam setiap peristiwa disebut tokoh pendamping. Setiap tokoh cerita memiliki watak tertentu. Untuk menentukan watak tokoh dalam cerita, kamu perlu memerhatikan rangkaian cerita dari awal hingga akhir.

Tokoh utama kutipan cerita di atas adalah Dewi. Adapun tokoh pendampingnya adalah Monita, ayah, dan ibu. Dewi memiliki watak mudah cemas dan khawatir. Bukti pendukungnya dapat dilihat pada kutipan berikut.

Dengan memberanikan diri, kupandang wajah Ayah yang tampak kecewa. Hatiku pedih.

”Maafkan Dewi, Yah!” kataku pelan. ”Dewi terlalu banyak main. Jangan marah ya, Yah!”

Sudah dua hari ini aku selalu sedih. Bahkan, kadang menangis hingga diingatkan oleh Monita, temanku. Hari Sabtu ini kesedihanku semakin bertambah karena nanti Ayahku pulang dari luar kota.

Sebenarnya, kesedihanku ini karena di raporku terdapat nilai 5 untuk mata pelajaran sejarah. Aku khawatir, Ayah kecewa dan marah. Padahal, Ayah telah menjanjikan untuk memberi hadiah jika nilaiku tetap bagus.

Menjelang malam Ayah datang menenteng bungkusan yang sangat besar. Aku masuk kamar dan bersembunyi di balik bantal. Ayah menyapaku, tak lama kemudian Ibu juga masuk kamarku. Ibu lalu menasihatiku. Akhirnya, aku meminta maaf kepada Ayah karena terlalu banyak bermain hingga nilaiku jelek. Ayah pun menasihatiku dan tetap menghadiahiku boneka meskipun raporku jelek.

Setelah Ayah ke luar kota lagi, aku belajar ditemani boneka itu. Setiap rasa malasku timbul, aku mengingat boneka itu sebagai hadiah atas kesalahanku.

Begini ceritanya. a. Bahkan pernah, saat istirahat sekolah tiba-tiba aku menangis tersedu-sedu. b. Kemudian, terdengar suara Ibu yang juga ikut masuk ke kamarku.

3. Tema dan Amanat Cerita

Tema merupakan pokok persoalan yang mendasari cerita, sedangkan amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Tema cerita Hadiah dari Ayah adalah perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak. Tema tersebut disimpulkan berdasarkan sikap tokoh Ayah yang tetap memberikan hadiah kepada Dewi meskipun nilai rapor Dewi turun. Adapun pesan moral (amanat) yang terkandung dalam cerita tersebut adalah seorang pelajar hendaknya dapat membagi waktu antara belajar dan bermain sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar. Amanat tersebut disimpulkan berdasarkan kejadian yang dialami oleh tokoh Dewi, yaitu nilai rapornya menurun karena waktunya banyak digunakan untuk bermain.

4. Menuliskan Kembali Isi Cerita dengan Bahasa Sendiri

Sebuah cerpen dapat kamu tuliskan kembali dengan menggunakan bahasamu sendiri. Hal itu dapat kamu lakukan dengan memerhatikan isi cerita. Perhatikan contohnya berikut ini!

2. Latar Cerita

Latar cerita berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa. Latar cerita Hadiah dari Ayah, antara lain adalah saat istirahat sekolah dan di sebuah kamar. Kalimat yang menyatakan latar tersebut dapat kamu lihat pada kutipan berikut.

Berlatih Berpasangan

Coba kerjakan bersama teman sebangkumu!

1. Tentukan watak tokoh dan latar cerita Hadiah dari Ayah! (selain yang sudah disebutkan di atas)

2. Laporkan hasil kerjamu di depan kelas!

3. Berikan kesempatan kepada teman-temanmu untuk menanggapi hasil kerjamu!

Sekarang, kerjakan pelatihan-pelatihan berikut!

Coba kerjakan dengan baik di buku tugasmu!

1. Carilah sebuah cerita anak yang dimuat di koran, majalah, tabloid, atau buku, kemudian klipinglah!

2. Bacalah teks cerita tersebut dengan saksama! (Akan lebih bagus jika kamu meminta temanmu untuk membacakannya).

3. Catatlah hal-hal penting dalam cerita yang berkaitan dengan tokoh cerita dan wataknya, latar, tema, serta amanat cerita!

4. Berdasarkan catatanmu, tentukan tokoh cerita dan wataknya, latar, tema, serta amanat cerita! Selanjutnya, tuliskan kembali isi cerita dengan bahasamu sendiri!

5. Laporkan tugasmu kepada guru pada pertemuan berikutnya!

Agar dapat mengkritik dan memuji permasalahan di atas, simaklah uraian berikut!

1. Mencatat Hal-Hal Penting yang Akan Disampaikan

Hal-hal penting dapat kamu peroleh dengan memahami permasalahan secara lengkap dan utuh. Berikut ini hal-hal penting dari permasalahan di atas.

Mengkritik dan

In document <4D F736F F D F8A4A94AD926E95F18D908F915F B835782C882B594C5> (Page 147-158)