Pernahkah kalian mendengar nama-nama seperti Exxon Mobile, Newmont, Unilever, Danone, Samsung, atau Sony? Adakah satu dari nama- nama tersebut yang kalian ketahui? Ya, nama-nama tersebut adalah beberapa contoh nama-nama perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Apakah yang dimaksud perusahaan asing itu? Perusahaan asing adalah perusahaan milik negara lain yang beroperasi atau menjalankan usahanya di negara kita. Salah satu ciri utama perekonomian di era globalisasi adalah ditandai dengan adanya investasi asing dan munculnya perusahaan-perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional adalah sebuah perusahaan yang menghasilkan barang dan memiliki pasar di lebih dari satu negara. Perusahaan multinasional biasanya memproduksi dan menjual produknya secara internasional. Salah satu contoh perusahaan multinasional yang produknya telah mendunia adalah perusahaan minuman ringan bersoda seperti coca cola

dan pepsi. Coca cola dapat kita jumpai di hampir belahan dunia mana pun baik di desa maupun di kota dengan rasa dan kemasan yang sama.

Pada dasarnya perusahaan asing yang ada di Indonesia tidak sepenuhnya dimiliki pengusaha asing. Ada sebagian sahamnya yang dimiliki orang-orang Indonesia dan pemerintah negara Indonesia. Pemerintah mengatur hal tersebut sebagai peran negara agar bangsa Indonesia turut menikmati hasil kekayaan alamnya. Perbandingan kepemilikan sahamnya tidak sama antara perusahaan asing dengan orang atau negara di mana perusahaan itu berada. Namun demikian besarnya kepemilikan saham tergantung kepada kesepakatan bersama antara pihak pengusaha asing dengan pihak Indonesia.

Di era globalisasi ini banyak perusahaan asing yang mengembangkan usahanya di berbagai negara terutama negara-negara berkembang. Negara kita merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan investor asing untuk menanamkan modalnya. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang didirikan di Indonesia. Tahukah kalian mengapa banyak perusahaan asing yang berdiri di Indonesia? Banyaknya investor asing yang menanamkan modal dan mendirikan perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain untuk mencari keuntungan sebagai tujuan utama, ada beberapa faktor yang menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Indonesia. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal dan mendirikan perusahaan di Indonesia.

a . Ketersediaan Bahan Baku

Negara kita merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan tersebar di seluruh nusantara. Berbagai kekayaan alam yang dimiliki negara kita antara lain hasil tambang, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil hutan dan juga kekayaan laut. Sumber daya alam yang ada di Indonesia sebagian besar masih merupakan sumber daya alam potensial. Artinya, sumber daya alam tersebut belum diusahakan atau diolah. Hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya modal dan kurangnya tenaga ahli untuk mengelola sumber daya alam tersebut. Dengan demikian pemerintah mengundang investor asing untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

Kekayaan alam yang melimpah akan menyediakan sumber bahan mentah dan bahan baku bagi industri. Ketersediaan bahan baku yang melimpah tersebut menarik investor asing untuk mendirikan perusahaannya di Indonesia. Perusahaan asing di Indonesia tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan baku yang diperlukan. Selain itu, kemudahan memperoleh bahan baku, akan memperlancar proses produksi. Di Indonesia tersedia berbagai sumber daya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri. Oleh karena itu, perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia juga bergerak di berbagai bidang. Misalnya, perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan, pengolahan hasil pertanian, perkebunan, barang konsumsi, dan juga industri.

b . Tersedianya Tenaga Kerja yang Banyak dan Murah

Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Sebagian besar penduduk di Indonesia berada pada usia kerja atau usia produktif. Dengan demikian dapat dikatakan negara Indonesia memiliki angkatan kerja yang melimpah sebagai sumber tenaga kerja. Namun demikian, kebanyakan angkatan kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang masih rendah. Rendahnya pendidikan dan minimnya keahlian dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja Indonesia menyebab- kan tenaga kerja kita tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Akibatnya tenaga kerja Indonesia hanya dapat menjadi pegawai rendahan seperti pegawai kasar atau buruh dengan upah yang sangat rendah.

Sumber: Republika, 26 Juli 2006

Gambar 5.16 Hasil hutan merupakan contoh sumber

daya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri.

Gambar 5.17 Tersedianya tenaga kerja yang banyak

dan murah merupakan salah satu daya tarik bagi perusahaan asing.

Tersedianya tenaga kerja yang banyak dan murah merupakan salah satu daya tarik bagi perusahaan asing untuk beroperasi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan perusahaan asing dapat memperoleh keuntungan lebih besar karena dapat menekan biaya produksi dengan mengeluarkan upah tenaga kerja yang murah.

c . Besarnya Konsumen

Setiap perusahaan pada dasarnya berharap produk yang dihasilkannya laku di pasaran. Dengan demikian sebuah perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Hal tersebut dapat terwujud apabila produk yang dihasilkan banyak dibeli oleh konsumen.

Negara Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih mencapai 220 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar tersebut merupakan pangsa pasar yang potensial untuk memasarkan suatu barang. Dengan jumlah penduduk yang banyak diharapkan jumlah konsumen juga banyak. Konsumen yang besar inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi investor asing untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.

d . Jaminan Keamanan dan Kepastian Hukum

Keamanan suatu negara merupakan salah satu per- timbangan bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di suatu negara. Bila keadaan suatu negara sedang tidak aman atau bergejolak, peng- usaha asing akan ragu-ragu dalam menanamkan modalnya di negara tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi negara yang tidak aman akan meng- ganggu kelancaran proses

produksi sehingga perusahaan asing dapat mengalami kerugian. Dengan demikian investor asing tidak akan menanamkan modalnya bila negara tersebut tidak terjamin keamanannya.

Selain itu, kepastian hukum juga merupakan faktor yang menjadi alasan bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di negara lain. Apabila suatu negara mampu menegakkan hukum dengan baik maka investor asing akan tertarik menanamkan modalnya di negara tersebut. Dengan adanya peraturan perundangan dan hukum yang jelas pelaksanaannya maka segala aset pengusaha asing yang ada di suatu negara akan aman dan terlindungi. Jaminan keamanan dan kepastian hukum yang baik di negara Indonesia merupakan salah satu faktor yang menyebabkan negara kita menjadi tujuan investor asing untuk menanamkan modalnya.

Sumber: Jawa Pos, 21 April 2008

Gambar 5.18 Pengakuan hukum yang baik merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan bagi investor asing untuk menanamkan modalnya.

ドキュメント内 目次 ( 放射線治療部会誌 Vol. 29 No. 1) 巻頭言 鈍感力と鋭感力 辰己大作 1 第 70 回放射線治療部会開催案内. 2 放射線治療関連プログラム ( 第 71 回日本放射線技術学会総会学術大会 ) 3 放射線治療部会意見交換会案内 7 お知らせ第 41 回放射線治療セミナー ( 日 (Page 43-46)

関連したドキュメント