GNDU/ADC

ドキュメント内 Keysight Technologies Keysight Technologies B (Page 54-59)

ワークスペースが 1 つだけある場合

A. GNDU/ADC

Barat

Implementasi model pembelajaran siswa aktif yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat adalah kegiatan pembelajaran dalam menerapkan pembelajaran pada materi menulis karangan narasi melalui penerapan model pembelajaran siswa aktif. Pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi 2 tahap, tiap satu tahap dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Tiap pertemuan dilaksanakan dalam 2 x 45 menit atau dalam 2 jam pelajaran. Setiap pertemuan pembelajaran membahas materi yang sama yaitu menulis karangan narasi melalui model pembelajaran siswa aktif. Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan, tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. Dengan memberikan strategi active learning (belajar aktif) pada anak didik dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga siswa dan guru dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses. Hal ini kurang diperhatikan pada pembelajaran konvensional.

Dalam metode active learning (belajar aktif) setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Agar murid dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar (Mulyasa, 2004, hlm. 241).

Aktivitas siswa jika dianalisis berdasarkan prinsip-prinsip dalam pendekatan kontekstual, pada tindakan pertama ini antara lain sebagai berikut.

a) Konstruktivisme (constructivism). Siswa difasilitasi oleh guru untuk membangun pengetahuan yang dimilikinya dan memberi makna melalui

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

pengalaman nyata serta melalui keterlibatannya dalam PBM, bukan sekedar menerima pengetahuan dari guru. Adapun cara merealisasikannya pada tahap pertama dengan mendemonstrasikan pendapat siswa dan guru tentang berlangsungnya wawancara di televisi. Argumen-argumen yang siswa dan guru lontarkan merupakan pengetahuan yang siswa dan guru peroleh dari kehidupan nyata dalam dunia pertelevisian dan kerja di Indonesia yang siswa dan guru lihat dan dengar baik dari media tv, radio, bahkan melihatnya secara langsung karena peristiwa itu di antaranya terjadi pula di Bandung tempat siswa dan guru berada. Pengetahuan yang siswa dan guru miliki tentang hakikat dan pengertian karangan narasi yang berbahan wawancara di televisi menjadi dasar out put berupa strategi mengubah teks wawancara menjadi teks narasi yang didemonstrasikan dalam bentuk tulisan sebagai hasil dari analisis siswa dan guru terhadap hasil wawancara.

b) Menemukan (inquiry). Dalam pembelajaran di kelas ini, siswa dapat dikatakan berhasil menemukan sendiri informasi-informasi yang akan dipelajari dan dikaitkan dengan materi yakni dalam bentuk karangan narasi. Dari keterangan guru (observer) tersebut, siswa dapat menemukan cara menyusun kalimat langsung.

Kalimat Langsung

 Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang.

 Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.

 Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “....” )

Kalimat Tidak Langsung

 Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain.

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

c) Bertanya (questioning). Pada pembelajaran tersebut arah sikap siswa sudah cukup bagus dan siswa dan guru terlibat dalam proses tanya jawab antara kelompok yang pro dan kontra, meskipun pada tindakan pertama ini keterlibatan siswa belum begitu optimal. Terlihat masih adanya kebingungan dan ragu dari siswa dan guru dalam pelaksanaan debat, namun pada tengah pertemuan siswa dan guru semakin paham dan mulai banyak siswa yang memberikan responnya dengan bertanya, menyanggah, dan menjawab. Pada kemampuan bertanya ini ada sedikit peningkatan dibandingkan dengan yang peneliti saksikan pada saat observasi awal dilakukan.

d) Masyarakat belajar (learning community). Konsep learing community dalam pendekatan kontekstual menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain, baik melalui sharing antar teman, antar kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Pada tahap pertama ini, konsep learning community sudah diterapkan melalui pembentukan kelompok belajar, yakni siswa dibagi kedalam 2 kelompok besar pro dan kontra. Karena jumlahnya yang sangat besar, maka konsep masyarakat belajar ini dalam pelaksanaannya peneliti nilai masih kurang efektif dan menyulitkan ketua kelompok dalam mengkoordinasikan anggota kelompoknya. Sehingga kondisi demikian menuntut adanya perbaikan.

e) Pemodelan (modeling). Pemodelan ini tidak hanya dapat dilakukan oleh guru melainkan juga oleh siswa atau dengan mendatangkan tokoh dari luar sekolah walaupun hanya berupa video wawancara televisi. Pada tahap pembelajaran ke satu ini peneliti berkolaborasi dengan guru dalam merancang skenario pembelajaran yang di dalamnya merealisasikan komponen tersebut. Adapun yang menjadi modelnya adalah siswa sendiri termasuk para perwakilan dari tiap-tiap kelompok dalam wawancara yang diselenggarakan. Peneliti mengkategorikannya sebagai pemodelan karena selain berusaha untuk mengaktifkan siswa dalam PBM, debat itu merupakan salah satu bentuk mengemukakan pendapat di muka umum. Dengan demikian, dalam PBM ini, secara tidak langsung siswa dan guru mempraktikkan salah satu bentuk

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

mengemukakan pendapat dimuka umum yaitu diskusi atau debat dengan memperhatikan hak dan kewajibannya sebagai salah satu bentuk perwujudan dan pengamalan nilai-nilai dalam demokrasi.

f) Refleksi (reflection). Refleksi dalam pembelajaran pada tindakan ke satu terealisasi dalam bentuk pertanyaan dan pernyataan langsung dari guru mengenai apa-apa yang diperoleh siswa dari PBM hari itu, catatan di buku siswa, serta kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu yang formatnya telah disediakan oleh peneliti. Format itu dibagikan oleh guru setiap selesai PBM. Siswa wajib menjawab pertanyaan sesuai dengan hati nurani masing-masing serta langsung mengumpulkannya hari itu juga. Setelah peneliti baca dan amati, hanya beberapa siswa yang mempunyai kesan biasa-biasa saja dengan PBM hari itu. Kebanyakan dari siswa dan guru merasa senang dan mendapatkan banyak hal baru dari PBM tersebut, siswa dan guru merasa lebih paham terhadap materi yang disampaikan, karena ikut aktif dalam PBM tidak hanya mendengarkan dan bengong saja. Merekapun berharap PBM berikutnya lebih baik, menarik, dan menyenangkan lagi. g) Penilaian yang sebenarnya (authentic assessment). Pada tindakan ke satu

dalam pelaksanaan penelitian ini guru melakukan penilaian yang sebenarnya. Dimana nilai siswa tidak hanya diperoleh dari hasil tes akhir saja, akan tetapi lebih ditekankan dari proses pembelajarannya. Adapun bentuk penilaian autentik yang dilakukan pada tindakan pertama ini antara lain dilihat dari PR atau karya siswa berupa proses pengalihan teks wawancara ke dalam teks narasi dan presentasi atau penampilan siswa termasuk kegiatan debating juga tanya jawab dengan sesama siswa atau guru pada saat PBM berlangsung.

Hasil uji coba dan analisis model tersebut menjadi panduan dalam penerapan model model pembelajaran siswa aktif yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan memperhatikan hal-hal berikut.

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

1) Ajaklah anak didik kembali kepada pelajaran. Jelaskan pada anak didik bahwa menghabiskan beberapa menit untuk mengaitkan kembali pelajaran dengan pengetahuan anak akan memberi makna yang berarti.

2) Tentukan satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini kepada para peserta didik

(a) Apa saja yang masih anda ingat tentang pelajaran terakhir kita? apa saja yang masih bertahan dalam diri anda?

(b) Sudahkah anda membaca / berpikir /melakukan sesuatu yang dirangsang oleh pelajaran terakhi kita?

(c) Pengalaman menarik apa yang telah anda miliki di antara pelajaran- pelajaran?

(d) Apa saja yang ada dalam pikiran anda sekarang (misalnya sebuah kekhawatiran) yang mungkin mengganggu kemampuan anda untuk memberi perhatian pebuh terhadap pelajaran hari ini?

(e) Bagaimana perasaan anda hari ini? (Dapat dilakukan dengan

memberikan metafor, seperti “Saya merasa bagaikan pisang busuk”.

3) Dapatkan respons dengan menggunakan salah satu format, seperti sub- kelompok atau pembicara dengan urutan panggilan berikutnya.

4) Hubungkan dengan topik sekarang. Variasi:

(a) Lakukan sebuah ulasan tentang pelajaran yang telah lalu.

(b) Sampaikan dua pertanyaan, konsep atau sejumlah informasi yang tercakup dalam pelajaran yang lalu. Mintalah peserta didik untuk memberikan suara terhadap sesuatu yang paling siswa dan guru sukai agar anda mengulas pelajaran tersebut. Ulaslah pertanyaan, konsep, atau informasi yang menang.

b) Skenario Pembelajaran 1) Kegiatan Pendahuluan

a) Pengkondisian kelas agar membuat siswa nyaman. Tempat duduk, suasana kelas, dan tata letak belajar siswa sesuai dengan keinginan masing-masing siswa (Penataan lingkungan belajar).

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

b) Pemupukan motivasi siswa dengan cara menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan murid dan menemukan manfaat dari pembelajaran tersebut.

c) Penyampaian informasi kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan ini dan mengaitkan kembali materi pelajaran yang akan dibahas melalui pertanyaan guru yang bersifat merangsang kekritisan siswa. Pertanyaan dapat diajukan dengan cara:

(a) Apa saja yang masih anda ingat tentang pelajaran terakhir kita? apa saja yang masih bertahan dalam diri kalian?

(b) Sudahkah kalian membaca / berpikir /melakukan sesuatu yang dirangsang oleh pelajaran terakhir kita ?

(c) Pengalaman menarik apa yang telah kalian miliki di antara pelajaran- pelajaran?

(d) Apa saja yang ada dalam pikiran kalian sekarang (misalnya sebuah kekhawatiran) yang mungkin mengganggu kemampuan kalian untuk memberi perhatian pebuh terhadap pelajaran hari ini?

(e) Bagaimana perasaan kalian hari ini? (memberikan metafor, seperti “Saya merasa bagaikan pisang busuk”.

d) Menyusun kelompok kecil dengan cara berhitung mulai satu sampai empat. Setiap murid yang mendapat nomor sama bergabung.

2) Kegiatan Inti

a) Murid menyimak dua wawancara yang diperagakan oleh beberapa siswa. b) Siswa lain mengamati dan memahami isi percakapan sambil memberikan

penilaian terhadap peragaan wawancara tersebut.

c) Murid melakukan diskusi atau brainstorming tentang hasil pengamatannya. Guru selalu memberikan penguatan berupa pujian atau hadiah kepada setiap siswa yang berpendapat sehingga motivasi siswa meningkat. Ketika siswa beradu argumen, guru mengarahkan agar siswa berkompetisi sehat agar terpupuk sikap juara.

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

d) Pada kelompoknya masing-masing, siswa mencatat pokok-pokok pikiran yang dihasilkan berdasarkan hasil simakannya.

e) Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut, setiap siswa mengembangkannya menjadi sebuah karangan narasi singkat dengan ketentuan sebagai berikut:

f) Topik karangan berisi pengalamannya sendiri.

g) Isi karangan berisi cerita terkait dengan peristiwa yang sedang terjadi (up to date).

h) Beberapa orang siswa membacakan karangan narasinya di depan kelas dengan gaya dan penampilan yang baik. Siswa lain akan menilai dan menentukan penampilan terbaik dalam membacakan karangannya.

i) Siswa lain yang menyimak pembacaan karangan diminta mengulang kembali dengan menggunakan bahasanya sendiri.

j) Siswa mengadakan diskusi terbuka untuk menganalisis struktur, unsur- unsur, dan bahasa beberapa karangan siswa terpilih.

k) Secara terurut, guru memandu siswa untuk membuat simpulan tata karanga narasi berdasarkan beberapa contoh karangan dan tahapan kegiatan yang dialami siswa. Semua kegiatan itu dikemas dalam suasana yang menyenangkan.

3) Kegiatan Penutup

a) Guru bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

b) Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

c) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d) Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran

remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa;

Ro c h mat Tr i S u d r ajat, 2015

MOD EL PEMBELAJARAN SISWA AKTIF (STUD ENT ACTIVE LEARNING) BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

f) Guru bersama siswa menyimpulkan materi teks langkah-langkah mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi.

ドキュメント内 Keysight Technologies Keysight Technologies B (Page 54-59)