Recommended cutting conditions for “MRN/MRN-H and MSN” or “RNM-C (carbide shank)” with FRM insert

In document HAB482kai-1801 (Page 68-72)

4.1.1 Musim barat tahun 2007

Pada musim barat rata-rata SPL sekitar 28,80 oC, pada citra tanggal 3-10 Desember 2006 variasi SPL berkisar antara 26,00-30,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 27,00oC terdapat di sebelah utara Sabang sedangkan SPL maksimum 29,00oC terdapat di sebelah timur laut

Sabang sampai ke Selat Malaka dan sebelah barat daya Pulo Aceh. Secara geografis semakin ke utara SPL semakin rendah dan semakin tinggi ke arah barat daya Pulo Aceh, di Selat Benggala SPL relatif sama (Gambar 9).

Pada citra tanggal 1-8 Januari 2007 variasi SPL berkisar antara 24,00- 29,00oC. SPL dominan berkisar 28,00oC yang tersebar pada bagian timur laut Sabang dan barat daya Pulo Aceh. SPL minimum 24,00oC terdapat di sebelah barat Sabang dan utara Pulo Aceh, sedangkan SPL maksimum 29,00oC terdapat di sebelah barat daya Sabang dan barat daya Pulo Aceh. Secara geografis semakin ke pesisir SPL semakin rendah dan SPL semakin tinggi ke arah barat daya Pulo Aceh, sedangkan di pesisir SPL relatif sama (Gambar 9).

Pada citra tanggal 18-25 Februari 2007 variasi SPL berkisar antara 28,00-30,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 28,00oC

terdapat di sebelah barat Sabang dan utara Pulo Aceh, sedangkan SPL maksimum 30,00oC dominan terdapat di sebelah barat daya Pulo Aceh. Secara geografis semakin ke utara SPL relatif sama dan SPL semakin tinggi ke arah selatan, sedangkan di Selat Benggala SPL bervariasi (Gambar 9).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa SPL bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 3-10 Desember 2006 dijumpai SPL dingin (26,00oC) hanya sebagian kecil saja, yang lainnya SPL hangat (27,00-30,00oC). Pada citra tanggal 1-8 Januari 2007 SPL dingin (24,00-26,00oC) dijumpai pada daerah pesisir, sedangkan SPL hangat (27,00-29,00oC) dijumpai di daerah Selat Malaka dan barat daya Pulo Aceh. Sedangkan pada citra tanggal 18-25 Februari 2007 terlihat SPL relatif lebih hangat (28,00–30,00oC) terdapat hampir merata di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

Gambar 9 Citra SPL musim Barat Tahun 2007.

Rata-rata SPL musim barat tahun 2006 adalah 28,95oC dan 28,80oC

untuk tahun 2007, musim peralihan barat-timur 30,19oC dan 30,18oC, musim timur 29,52oC dan 29,76oC, dan musim peralihan timur-barat tahun 2006 dan 2007 masing-masing sebesar 26,63oC dan 25,12oC (Tabel 3).

Pada Tabel 3 terlihat SPL rata-rata musiman yaitu pada musim barat, peralihan barat-timut, musim timur termasuk SPL dalam kategori hangat, sedangkan pada musim peralihan timur-barat termasuk dalam kategori dingin. Pengelompokkan kategori SPL ini sesuai dengan yang dikutip dari

94.9 95.1 95.3 95.5 95.7 5.4 5.6 5.8 Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 3-10 Des 06 94.9 95.1 95.3 95.5 95.7 5.4 5.6 5.8 Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 1-8 Januari 94.9 95.1 95.3 95.5 95.7 5.4 5.6 5.8 Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 18-25 Feb

29

www.rsgisforum.net untuk perairan Indonesiayaitu SPL dingin berada di bawah

27,00oC, SPL hangat berkisar antara 27,00-31,00 oC, SPL panas berada diatas 31,00oC.

Tabel 3 Sebaran SPL rata-rata bulanan di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2006-2007

Periode Musim Bulan Kisaran SPL (

o

C) Rata-rata SPL (oC) Tahun 2006 Tahun 2007 Thn 2006 Thn 2007 Musim Barat Desember

Januari Februari - 24,00-31,00 24,00-32,00 26,00-31,00 24,00-31,00 26,00-31,00 - 28,56 29,35 28,66 28,59 29,15

Rata-rata SPL Musim Barat 28,95 28,80

Peralihan B-T Maret April Mei 26,00-33,00 26,00-33,00 27,00-32,00 26,00-33,00 29,00-33,00 26,00-32,00 29,68 30,41 30,49 30,04 30,50 30,01

Rata-rata SPLMusim Peralihan B-T 30,19 30,18

Musim Timur Juni Juli Agustus 27,00-33,00 25,00-33,00 27,00-33,00 27,00-34,00 27,00-32,00 25,00-33,00 29,45 28,51 30,61 30,19 29,71 29,37

Rata-rata SPL Musim Timur 29,52 29,76

Peralihan T-B September Oktober Nopember 27,00-33,00 24,00-31,00 24,00-31,00 24,00-33,00 24,00-31,00 25,00-32,00 22,13 28,93 28,84 22,59 26,63 29,13

Rata-rata SPL Musim Peralihan T-B 26,63 25,12

Sumber : Hasil olahan citra satelit Aqua MODIS, Tahun 2006-2007

4.1.2 Musim peralihan barat – timur tahun 2007

Pada musim peralihan barat-timur rata-rata SPL sekitar 30,18oC, pada citra tanggal 22-29 Maret 2007 variasi SPL berkisar antara 28,00-31,00oC. SPL

dominan berkisar 29,00-30,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 28,00oC terdapat di sebelah barat ujung Sabang sedangkan SPL maksimum 30,00oC terdapat di sebelah barat Pulo Aceh. Secara geografis semakin ke barat dan timur laut SPL semakin tinggi, pada perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam terlihat relatif sama (Gambar 10).

Pada citra tanggal 7-14 April 2007 variasi SPL berkisar antara 28,00- 31,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar hampir merata di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 28,00oC terdapat di sebelah

barat Sabang dan utara Pulo Aceh, sedangkan SPL maksimum 31,00oC terdapat sedikit saja di sebelah barat Ulee Paya Pulo Aceh. Secara geografis SPL tinggi (30,00oC) berada pada daerah Selat Malaka dan barat daya Pulo Aceh, sedangkan di daerah lain SPL relatif sama (Gambar 10).

Gambar 10 Citra SPL musim peralihan Barat-Timur Tahun 2007.

Pada citra tanggal 9-16 Mei 2007 variasi SPL berkisar antara 28,00- 30,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 28,00oC terdapat di sebelah barat Sabang dan barat Pulo Aceh, sedangkan SPL maksimum 30,00oC terdapat di daerah Selat Malaka. Secara geografis semakin ke barat SPL semakin rendah, sedangkan SPL semakin tinggi ke arah timur (Gambar 10).

Dari ketiga citra pada musim peralihan barat-timur tahun 2007 pada umumnya terlihat bahwa sebaran SPL hangat bervariasi menurut waktu dan

Citra Tanggal 22-29 Maret Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 7-14 April Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 9-16 Mei Pulo Nasi S U M A T E R A

31

lokasi yang berkisar antara 28,00-31,00oC lebih dominan berada di hampir seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.1.3 Musim timur tahun 2007

Pada musim timur rata-rata SPL sekitar 29,76oC, pada citra tanggal 10-17 Juni 2007 variasi SPL berkisar antara 26,00-30,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 26,00oC terdapat di sebelah timur laut Sabang sedangkan SPL maksimum 30,00oC terdapat di daerah Lhoknga. Secara

geografis semakin ke utara SPL semakin rendah dan SPL semakin tinggi ke arah selatan Pulo Aceh, sedangkan di Selat Benggala SPL bervariasi antara 28,00- 29,00oC (Gambar 11).

Pada citra tanggal 12-19 Juli 2007 variasi SPL berkisar antara 27,00- 31,00oC. SPL dominan berkisar 29,00oC yang tersebar pada bagian barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 27,00oC terdapat di sebelah utara Sabang, sedangkan SPL maksimum 31,00oC terdapat di daerah Selat Malaka. Secara geografis semakin ke barat SPL semakin rendah dan SPL semakin tinggi ke arah timur perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan ke arah utara juga terlihat lebih rendah (Gambar 11).

Pada citra tanggal 28 Juli - 4 Agustus 2007 variasi SPL berkisar antara 28,00-32,00oC. SPL dominan berkisar 29,00-30,00oC yang tersebar hampir merata di daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 28,00oC terdapat di sebelah barat daya, sedangkan SPL maksimum 32,00oC terdapat di sebelah timur laut. Secara geografis semakin ke barat daya SPL semakin rendah dan SPL semakin tinggi ke arah timur laut, sedangkan di Selat Benggala dan Selat Malaka terdapat SPL yang bervariasi (Gambar 11).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa SPL bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 10-17 Juni 2007 dijumpai SPL dingin (26,00oC) hanya sebagian kecil saja, yang lainnya SPL hangat (27,00-30,00oC). Pada citra tanggal 12-19 Juli 2007 dan citra tanggal 28 Juli - 4 Agustus 2007 terlihat SPL relatif lebih hangat yang berkisar antara 27,00–32,00oC terdapat hampir merata di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

Gambar 11 Citra SPL musim Timur Tahun 2007.

4.1.4 Musim peralihan timur – barat tahun 2006-2007

Pada musim peralihan timur-barat rata-rata SPL sekitar 25,12oC, pada citra tanggal 22 - 29 September 2007 variasi SPL berkisar antara 25,00-31,00oC. SPL dominan berkisar 29,00-30,00oC yang tersebar hampir merata di daerah

perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 25,00oC terdapat di daerah Lhoknga yang membentuk pusaran air (diduga Upwelling) sedangkan SPL maksimum 31,00oC terdapat di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Secara geografis semakin ke barat SPL semakin rendah dan

Citra Tanggal 10-17 Juni Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 12-19 Juli Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 28 Juli-4 Agts Pulo Nasi S U M A T E R A

33

SPL tinggi semakin ke arah timur laut, sedangkan pada daerah lain menunjukkan pola yang teratur dan relatif sama (Gambar 12).

Pada citra tanggal 8 -15 Oktober 2007 variasi SPL berkisar antara 24,00- 31,00oC. SPL dominan berkisar 27,00oC yang terdapat di daerah Selat Benggala.

SPL minimum 25,00oC terdapat di sebelah barat daya timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan SPL maksimum 31,00oC terdapat di sebelah barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Secara geografis SPL tinggi (30,00oC) berada pada daerah Selat Malaka dan barat daya Pulo Aceh, sedangkan di daerah lain SPL relatif sama (Gambar 12).

Pada citra tanggal 9-16 Nopember 2007 variasi SPL berkisar antara 27,00-30,00oC. SPL dominan berkisar 28,00oC yang tersebar di sebelah barat daerah perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. SPL minimum 27,00oC terdapat di sebelah barat Pulo Aceh, sedangkan SPL maksimum 30,00oC terdapat di daerah Selat Malaka. Secara geografis semakin ke barat SPL semakin rendah, semakin ke timur SPL semakin tinggi, namun demikian pada citra ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 12).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa SPL bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 22-29 September 2007 dijumpai SPL dingin berkisar antara 25,00–26,00oC hanya sebagian kecil saja yang terdapat di utara Sabang dan daerah Lhoknga, yang lainnya hampir ke seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam berSPL hangat yang berkisar antara 27,00-30,00oC. Pada citra tanggal 8-15 Oktober 2007 terdapat SPL dingin berkisar antara 24,00– 26,00oC yang hampir merata di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam, hanya di sebelah barat yang terdapat SPL hangat yang berkisar antara 27,00– 31,00oC. Pada citra tanggal 9-16 Nopember 2007 terlihat SPL hangat yang lebih dominan yang berkisar antara 27,00–30,00oC yang terdapat merata di seluruh

perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

Distribusi SPL di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam pada musim barat, musim peralihan barat-timur, musim timur dan musim peralihan timur-barat tahun 2006-2007 berfluktuasi menurut lokasi dan waktu. Pada Gambar 13 terlihat penyebaran SPL mingguan pada lokasi penangkapan ikan cakalang dan tongkol di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam selama tahun 2006-2007. Distribusi SPL rata-rata mingguan pada daerah penelitian dapat dilihat pada Lampiran 1.

Gambar 12 Citra SPL musim peralihan Timur-Barat Tahun 2007.

4.2 Profil Klorofil-a dari Citra Satelit Aqua MODIS 4.2.1 Musim barat tahun 2007

Pada musim barat rata-rata klorofil-a sekitar 0,37 mg/m3, pada citra tanggal 3-10 Desember 2006 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,19–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,45–0,55 mg/m3 dijumpai pada

daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di daerah Selat Benggala sampai ke barat laut dan pesisir daratan Kota Banda Aceh dengan kisaran

Citra Tanggal 22-29 Sept Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 8-15 Oktober Pulo Nasi S U M A T E R A Citra Tanggal 9-16 Nop Pulo Nasi S U M A T E R A

35

klorofil-a 0,80 mg/m3 , klorofil-a terendah berada di sebelah barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,45 mg/m3. Secara geografis dari Selat Benggala ke arah barat laut klorofil-a semakin tinggi dan klorofil-a terendah semakin ke arah barat daya, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 13A).

Gambar 13 Citra konsentrasi klorofil-a musim Barat Tahun 2007.

Pada citra tanggal 9-16 Januari 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,10–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,40–0,50 mg/m3

dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di daerah pesisir Kota Banda Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3 , klorofil-a terendah

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A C Pulo Nasi S U M A T E R A

berada di sebelah barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,10 mg/m3. Secara geografis semakin ke arah utara klorofil-a semakin tinggi dan semakin ke arah barat daya klorofil-a rendah, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 13B).

Pada citra tanggal 2-9 Februari 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,09–0,75 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,15–0,30 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di daerah pesisir Kota Banda Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,75 mg/m3 , klorofil-a terendah berada di sebelah barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,10 mg/m3. Secara geografis semakin ke Selat Benggala klorofil-a semakin tinggi dan klorofil-a terendah semakin ke arah barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 13C).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 3-10 Desember 2006 dijumpai klorofil- a tertinggi 0,80 mg/m3 di daerah Selat Benggala, yang lainnya hampir ke seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam berklorofil sama. Pada citra tanggal 9-16 Januari 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 hanya terdapat sebagian kecil di daerah pesisir Kota Banda Aceh, sedangkan pada citra tanggal 2-9 Februari 2007 terlihat klorofil-a relatif lebih sama hampir di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.2.2 Musim peralihan barat – timur tahun 2007

Pada musim peralihan barat-timur rata-rata klorofil-a sekitar 0,41 mg/m3, pada citra tanggal 22 - 29 Maret 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,20–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,80 mg/m3 yang terdapat di pesisir Kota Banda Aceh dan Lhoknga, Selat Banggala sampai ke utara Sabang yang merupakan klorofil tertinggi, klorofil-a terendah berada di sebelah barat Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,35 mg/m3. Secara geografis di Selat Benggala terdapat nilai klorofil-a yang cukup tinggi, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14A).

Pada citra tanggal 7-14 April 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,18–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,25–0,30 mg/m3 dijumpai pada daerah Pulo Aceh dan Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di daerah Laot Aceh dan Sabang dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3 , klorofil-a terendah berada di sebelah barat perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam

37

dengan kisaran klorofil-a 0,25–0,30 mg/m3. Secara geografis semakin ke barat klorofil-a semakin rendah dan semakin ke timur klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14B).

Gambar 14 Citra konsentrasi klorofil-a musim peralihan Barat-Timur Tahun 2007. Pada citra tanggal 17 - 24 Mei 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,13–0,75 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di sekitar Pulo Nasi dengan kisaran klorofil-a 0,65–0,75 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah barat daya dan timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,20 mg/m3. Secara geografis pada citra tanggal 17-24 Mei ini

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A C Pulo Nasi S U M A T E R A

terlihat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 14C).

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 22-29 Maret 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 di daerah Selat Benggala dan barat daya Pulo Aceh, sebelah timur laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah barat Pulo Aceh. Pada citra tanggal 7-14 April 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 hanya terdapat sebagian kecil di daerah Laot Aceh dan Sabang, sedangkan pada citra tanggal 17-24 Mei 2007 terlihat klorofil-a tertinggi berada di antara Pulo Nasi sedangkan didaerah lain relatif lebih sama hampir di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.2.3 Musim timur tahun 2007

Pada musim timur rata-rata klorofil-a sekitar 0,36 mg/m3 , Pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,12–0,46 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di barat laut Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,40 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah barat daya perairan

Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 ini terlihat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15A).

Pada citra tanggal 4-11 Juli 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,13–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,15 mg/m3 dijumpai pada daerah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Klorofil-a tertinggi terdapat di sebelah barat Pulo Aceh dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke

barat klorofil-a semakin rendah dan semakin ke timur klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15B).

Pada citra tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,10–0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,10 mg/m3 dijumpai pada daerah Selat Malaka. Klorofil-a tertinggi terdapat di sekitar pesisir Kota Banda Aceh sampai ke Lhoknga dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, sedangkan klorofil-a terendah berada di sebelah barat laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,10 mg/m3. Secara geografis semakin ke pesisir klorofil-a semakin tinggi dan semakin ke timur dan

39

barat klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 15C).

Gambar 15 Citra konsentrasi klorofil-a musim Timur Tahun 2007.

Dari ketiga citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 2-9 Juni 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,75 mg/m3 di sekitar Pulo Nasi, sebelah barat laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Pada citra tanggal 4-11Juli 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 terdapat di sebelah barat Pulo Aceh dan di bagian timur laut terlihat relatif sama, sedangkan pada citra tanggal 28 Juli – 4 Agustus 2007 terlihat klorofil-a tertinggi

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A C Pulo Nasi S U M A T E R A

berada di daerah pesisir, sedangkan di daerah lain terlihat relatif sama di seluruh perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam.

4.2.4 Musim peralihan timur – barat Tahun 2007

Pada musim timur-barat rata-rata klorofil-a sekitar 0,26 mg/m3, Pada citra tanggal 22-29 September 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,11– 0,80 mg/m3., klorofil-a dominan berkisar antara 0,20 mg/m3 dijumpai hampir merata pada perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Klorofil-a tertinggi terdapat diantara Pulo Nasi, Lhoknga dan pesisir Kota Banda Aceh kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut dan barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke timur laut dan barat daya perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam klorofil-a semakin rendah dan semakin ke pesisir dan teluk klorofil-a semakin tinggi, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 16A).

Pada citra tanggal 17-24 Nopember 2007 klorofil-a bervariasi yang berkisar antara 0,14–0,80 mg/m3, klorofil-a dominan berkisar antara 0,30 mg/m3 terdapat disekitar Sabang dan Pulo Aceh. Klorofil-a tertinggi terdapat diantara Pulo Aceh dan Pulo Nasi dengan kisaran klorofil-a 0,80 mg/m3, sedangkan klorofil-a terendah berada di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam dengan kisaran klorofil-a 0,15 mg/m3. Secara geografis semakin ke teluk klorofil-a semakin tinggi dan semakin ke timur laut klorofil-a relatif sama, namun kondisi ini menunjukkan pola yang teratur (Gambar 16B).

Dari kedua citra tersebut terlihat bahwa klorofil-a bervariasi menurut waktu dan lokasi seperti pada citra tanggal 22-29 September 2007 dijumpai klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 di sekitar Pulo Nasi, Lhoknga dan pesisir Kota Banda Aceh, sebelah barat laut terlihat sedang dan klorofil-a terendah terlihat di sebelah timur laut perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam. Pada citra tanggal 17-24 Nopember 2007 klorofil-a tertinggi 0,80 mg/m3 terdapat diantara Pulo Aceh dan Pulo Nasi dan di bagian timur laut terlihat relatif sama. Pada musim timur- barat hanya bisa diwakili oleh dua citra yaitu citra bulan September 2007 dan citra bulan Nopember 2007 sedangkan citra bulan Oktober 2007 tidak bisa mewakili perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam karena terdapat banyak awan.

Rata-rata klorofil-a pada musim barat tahun 2006 adalah 0,29 mg/m3 dan 0,37 mg/m3 untuk tahun 2007, musim peralihan barat-timur 0,25 mg/m3 dan 0,41

41

mg/m3, musim timur 0,27 mg/m3 dan 0,36 mg/m3, dan musim peralihan timur- barat tahun 2006 dan 2007 masing-masing sebesar 0,32 mg/m3 dan 0,26 mg/m3 (Tabel 4).

Gambar 16 Citra konsentrasi klorofil-a musim peralihan Timur-Barat Tahun 2007.

Tabel 4 Sebaran rata-rata konsentrasi klorofil-a bulanan di perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2006-2007

Periode Musim Bulan Kisaran Klorofil-a (mg/m

3

) Rata-rata Klorofil-a (mg/m3) Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2006 Tahun 2007 Musim Barat Desember

Januari Februari - 0,16-1,30 0,15-1,55 0,12-4,00 0,10-1,56 0,09-1,62 - 0,32 0,26 0,37 0,36 0,39

Rata-rata Klorofil-a Musim Barat 0,29 0,37

Peralihan B-T Maret April Mei 0,10-1,21 0,13-1,22 0,11-0,97 0,18-3,08 0,11-1,79 0,09-0,83 0,27 0,23 0,24 0,63 0,38 0,23

Rata-rata Klorofil-a Musim Peralihan B-T 0,25 0,41

Musim Timur Juni Juli Agustus 0,12-1,57 0,12-0,75 0,11-0,90 0,12-0,91 0,10-1,23 0,10-1,20 0,24 0,27 0,30 0,32 0,41 0,36

Rata-rata Klorofil-a Musim Timur 0,27 0,36

Peralihan T-B September Oktober Nopember 0,17-1,60 0,15-0,71 0,19-0,96 0,11-1,13 0,15-0,63 0,13-1,23 0,24 0,31 0,41 0,20 0,33 0,26

Rata-rata Klorofil-a Musim Peralihan T-B 0,32 0,26

Sumber : Hasil olahan citra satelit Aqua MODIS, tahun 2006-2007

A Pulo Nasi S U M A T E R A B Pulo Nasi S U M A T E R A

0,26 0,27 0,28 0,29 0,30 0,31 0,32 0,33 0,34

i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv

Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop

Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B

2006 Periode Musim 2007 K lor ofi l- a (mg/ m 3)

Klorofil-a Cakalang Klorofil-a Tongkol

26,00 27,00 28,00 29,00 30,00 31,00

i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv i ii iii iv

Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop Des Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agts Sep Okt Nop

Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B Musim Barat Peralihan B-T Musim Timur Peralihan T-B

2006 Periode Musim 2007 SP L ( oC) SPL Cakalang SPL Tongkol

Gambar 17 Rata-rata SPL mingguan Tahun 2006-2007.

In document HAB482kai-1801 (Page 68-72)

Related documents