1. Mengubah kalimat langsung dalam wawancara menjadi kalimat tidak langsung.

2. Mengubah teks wawancara menjadi narasi. 3. Menyunting narasi sendiri atau teman.

Materi:

Mengubah teks wawancara ke bentuk narasi dan implementasinya.

Ketika menjalankan tugas jurnalistik, seorang wartawan sering mengubah hasil wawancara dengan seorang narasumber menjadi bentuk narasi (cerita). Hal ini dimaksudkan untuk menghemat tempat rubrik dan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca mengenai isi wawancara. Melalui bentuk narasi, hasil wawancara menjadi lebih ringkas, jelas, dan efisien.

Kata Kunci: Mengubah Kalimat – Mengubah Teks Wawancara – Menyunting Narasi

Pada pembelajaran kali ini, kamu diajak mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi. Ayo, simak dengan saksama teks wawancara berikut ini!

Dok. Penerbit

Gambar 7.6 Menulis perlu konsentrasi

Hal-hal yang dapat diteladani dari hidup Alexander Graham Bell adalah ketekunan dan sikap- nya yang pantang menyerah dalam melakukan percobaan hingga akhirnya dia memperoleh hak paten pada temuannya dan menjadi orang yang kaya-raya. Selain itu, Alexander Graham Bell tidak pernah berhenti meneruskan penyelidikannya.

Kamu telah mendapat penjelasan panjang lebar mengenai bagaimana cara mengungkapkan hal- hal yang dapat diteladani dari seorang tokoh. Sekarang, ayo uji pemahamanmu dengan melakukan kegiatan berikut ini!

116

Wawancara dengan Dra. Tri Prihatini Endang Kusumastuti (Dosen Manajemen di STIE Perbanas, Jakarta) Salah satu masalah yang masih menggerogoti

Kota Jakarta sampai sekarang adalah sampah. Begitu banyak sampah yang dihasilkan di kota ini setiap harinya. Hanya sebagian saja sampah itu yang diangkut ke pembuangan akhir. Sebagian lagi di- buang seenaknya dan tidak pada tempatnya.

Masalah sampah menjadi topik pembicaraan ka- mi dengan Dra. Tri Prihatini Endang Kusumastuti,

seorang dosen manajemen di STIE Perbanas, yang juga salah satu pemerhati masalah lingkungan di negeri tercinta ini. Berikut petikan wawancara kami dengan beliau.

Bagaimana Anda memandang masalah sam- pah yang terjadi di Jakarta saat ini?

Tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga di Indonesia, sampah merupakan masalah besar yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Masalah sampah menyang- kut sendi-sendi kehidupan, yaitu bersih lingkungan (hidup sehat), dan ini akan berkaitan dengan perubah- an gaya hidup, seperti selalu membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, menurut saya, pen- didikan dan komunikasi akan kesadaran penting- nya bersih lingkungan harus diberikan kepada masyarakat sejak dini.

Menurut Anda, bagaimana cara yang tepat untuk menanggulanginya dan siapa saja yang harus terlibat?

Cara yang tepat menanggulangi masalah sam- pah ini adalah pertama-tama warga atau individu harus sadar lingkungan. Hal itu dapat diraih dengan cara memberi informasi dan pendidikan kepada warga mengenai dampak sampah bagi sendi kehidupan dan cara pengelolaannya. Dalam rangka membantu menanggulangi masalah ini, masyarakat perlu diberi pengetahuan mengenai pentingnya bersih ling- kungan melalui kegiatan-kegiatan, sehingga masya- rakat dapat melakukan kegiatan tersebut secara nyata.

Menurut Anda, apakah ide seperti daur ulang bisa dipraktikkan di Jakarta?

Saya rasa, bila disosialisasikan dengan baik, ide itu bisa saja dipraktikkan. Masalahnya adalah sosialisasi. Jika sebuah program melalui tahap sosialisasi dengan benar, saya rasa tidak ada yang tidak bisa dipraktikkan. Masalahnya kan masyarakat kita sudah sering curiga dulu sebelum mau mengikuti sebuah program. Cara sosialisasinya adalah menun- jukkan bahwa ini untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pemerintah semata. Hanya dengan cara itu masyarakat bisa diajak.

(Sumber: Buletin Mitra Lingkungan Edisi II)

Di dalam wawancara tersebut terungkap betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan menangani masalah sampah secara baik dan tepat untuk kepentingan kita sendiri. Teks wawancara tersebut dapat diubah ke dalam bentuk narasi. Langkah-langkah apa saja yang perlu kita lakukan? Ayo, perhatikan uraian berikut ini!

1.

Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Kalimat Tidak Langsung

Langkah penting yang perlu kamu lakukan ketika hendak mengubah teks wawancara menjadi narasi adalah memahami maksud pertanyaan dan jawaban yang terungkap dalam wawancara. Pertanyaan dan jawaban dalam sebuah wawancara merupakan dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Hal yang juga penting diperhatikan adalah mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung. Dalam sebuah wawancara, jawaban yang dikemukakan oleh narasumber berupa kalimat langsung, yaitu pendapat atau ujaran yang disampaikan secara langsung oleh orang yang bersangkutan. Kalimat langsung ditandai dengan penggunaan tanda petik (”. . .”). Agar menjadi bentuk narasi, kalimat langsung tersebut harus diubah bentuknya menjadi kalimat tidak langsung. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengubah kalimat langsung dalam teks wawancara menjadi kalimat tidak langsung, misalnya, sebagai berikut.

a. Mengubah pelaku yang dinyatakan dalam kalimat langsung menjadi sebagai berikut. 1) Kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3, misalnya, saya (aku)menjadi dia (ia). 2) Kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1, misalnya, kamu (Anda) menjadisaya. b. Mengubah semua ujaran ke dalam kalimat berita. Gunakan pemarkah penanda, seperti bahwa,

Kalimat Langsung Kalimat Tidak Langsung Bagaimana Anda memandang masalah sampah

yang terjadi di Jakarta saat ini?

Tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga di Indonesia, sampah merupakan masalah besar yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Masalah sampah menyangkut sendi-sendi kehidupan, yaitu bersih lingkungan (hidup sehat), dan ini akan berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti selalu membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, menurut saya, pendidikan dan komuni- kasi akan kesadaran pentingnya bersih lingkungan harus diberikan kepada masyarakat sejak dini.

Dra. Tri Prihatini Endang Kusumastuti menyata- kan bahwa masalah sampah tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tetapi juga di Indonesia, sampah me- rupakan masalah besar yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Masalah sampah menyangkut sendi-sendi kehidupan, yaitu bersih lingkungan (hidup sehat), dan ini akan berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti selalu membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu,menurutnya, pendidikan dan komunikasi akan kesadaran pentingnya bersih lingkungan harus diberikan kepada masyarakat sejak dini.

Menurut Anda, bagaimana cara yang tepat untuk menanggulanginya dan siapa-siapa saja yang harus terlibat?

Cara yang tepat menanggulangi masalah sampah ini adalah pertama-tama warga atau individu harus sadar lingkungan. Hal itu dapat diraih dengan cara memberi informasi dan pendidikan kepada warga mengenai dampak sampah bagi sendi kehidupan dan pengelolaannya. Dalam rangka membantu me- nanggulangi masalah ini, masyarakat perlu diberi pengetahuan mengenai pentingnya bersih ling- kungan melalui kegiatan-kegiatan, sehingga ma- syarakat dapat melakukan kegiatan tersebut secara nyata.

Menurut Dra. Tri Prihatini Endang Kusumastuti,

cara yang tepat menanggulangi masalah sampah ini adalah pertama-tama warga atau individu harus sadar lingkungan. Hal itu dapat diraih dengan cara memberi informasi dan pendidikan kepada warga mengenai dampak sampah bagi sendi kehidupan dan pengelolaannya. Dalam rangka membantu menanggulangi masalah ini, masyarakat perlu diberi pengetahuan mengenai pentingnya bersih lingkungan melalui kegiatan-kegiatan, sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan tersebut secara nyata.

Ayo, perhatikan contoh perubahan kalimat langsung menjadi tidak langsung berdasarkan teks wawancara di atas!

2.

Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi

Teks wawancara dapat diubah menjadi bentuk narasi (cerita). Melalui bentuk narasi, teks wawancara menjadi lebih ringkas, tetapi jelas dan runtut. Cara mengubahnya adalah dengan merangkai kalimat-kalimat tidak langsung ke dalam beberapa kalimat yang jelas dan runtut. Bagian-bagian kalimat yang dianggap kurang penting dihilangkan. Hal ini sudah pernah kita bahas pada Bab 6. Jika kamu lupa, ayo pelajari kembali!

Hal yang harus kamu ingat dalam mengubah teks wawancara menjadi narasi adalah pencantuman. sumber wawancara dan narasumber. Bagian-bagian wawancara yang kurang perlu dapat dihilangkan, namun keutuhan isi harus tetap terjaga.

3.

Menyunting Narasi

Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah menyunting teks narasi yang telah disusun. Hal-hal yang perlu disunting adalah penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata (diksi), susunan kalimat, kepaduan antarkalimat, dan kepaduan antarparagraf. Jika ada hal-hal yang dianggap kurang tepat, perbaikilah segera! Kamu dapat menukarkan teks narasi yang telah kamu susun dengan milik temanmu. Dengan cara demikian, penyuntingan akan menjadi lebih cermat sehingga dapat dihasilkan suntingan yang lebih baik.

118

Pojok Bahasa

ドキュメント内 コマンド ライン インタフェース リファレンス ガイド (Page 91-94)

関連したドキュメント