スマートフォンなど 画面上で操作して撮影する

In document iVIS mini X 使用説明書 (Page 138-141)

170 Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim, (Jakarta: Darul Falah, 2002).hlm. 503

171 Perbankan Syariah yang diterbitkan oleh Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) dan dibagikan secara gratis ke masyarkat. Jakarta, 2005.

172 Tim Pengembangan Perbankan Syariah Institute Bankir Indonesia, Konsep, Produk Dan Implementasi Operasional Bank Syariah, (Jakarta: Djambatan, 2003), hlm.39-40

Dalam melakukan penelitian terkait akad wadi’ah, peneliti menggunakan tinjauan pustaka dari beberapa penelitian sebelumnya. Diantaranya yaitu: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ahmad Basri bin Ibrahim & Dr. Azman

bin Mohd Noor dalam jurnalnya yang berjudul “The Application of Wadi‘ah Contract By Some Financial Institutions in Malaysia”173 menyimpulkan:

Wadi’ah in Islamic law is a trust-oriented transaction that is not subject to liability unless the trustee violates the limits. Thus, its keeping is a meritorious act. Currently however, some financial institutions in this country such as Bank Islam, Bank Muamalat and Maybank apply wadi’ah contract to current and savings accounts.

This is can be supported and justified by the following arguments:

a) the depositor who deposits the money in a bank knows that the bank will actually mix up the deposit with other money and will utilize and invest the money. The depositor may give consent to the bank to utilize his money. This takes the hukm of qard and not wadi’ah (safe keeping).

b) The bank owns the deposited money and deal in it as it likes, as such it is regarded as qard, not wadi’ah. As a matter of fact, in wadi’ah contract, the trustee does not own the deposit, and it is not permissible for him to deal in it. As such, to call it as wadi’ah is rather a metaphor not real because the conditions and salient features of wadi’ah are not fulfilled.

c) It is assumed that bank will guarantee the deposits where it will return the same to depositor. If it is to be treated as wadi’ah, the bank shall not guarantee to return the same amount, since indebtedness and guarantee contradict the trust (wadi’ah).

173 Dr. Ahmad Basri bin Ibrahim dan Dr. Azman bin Mohd Noor, The Application of Wadi’ah Contract By Some Financial Institutions in Malaysia, International Islamic University Malaysia, Vol. 2 No. 3 January 2011

Wadi‘ah dalam pandangan Islam merupakan sebuah transaksi kepercayaan yang bukan seperti kewajiban kecuali wali amanat melanggar batas. Bagaimanapun, beberapa transaksi keuangan di Malaysia seperti Bank Islam, Bank Muamalat and Maybank menggunakan akad wadi‘ah pada giro dan tabungan.

Hal ini dapat didukung dan dibenarkan dengan penjelasan berikut ini: a) Deposan yang menyimpan uangnya di bank mengetahui bahwa bank

tentunya akan mencampur dananya dengan uang lainnya dan akan memanfaatkan/menggunakan serta menginvestasikan uang.

b) Bank memiliki uang simpanan dan setuju akan menggunakannya, ini seperti qard, bukan wadi’ah. Sebagai sebuah persoalan atas fakta, dalam kontrak wadi’ah, wali amanat tidak dapat memiliki dana simpanan, dan itu tidak diizinkan oleh pemilik untuk digunakan. Maka dari itu, menyebutnya sebagai wadi’ah adalah lebih kepada suatu kiasan yang bukan sebenarnya karena kondisi dan kepentingan yang utama dari wadi’ah tidak terpenuhi.

c) Hal Ini diasumsikan bahwa bank akan menjamin deposan untuk memberikan pengembalian yang sama/semisal kepada deposan. Jika itu dikatakan sebagai wadi’ah, bank tidak wajib menjamin untuk pengembalian dengan jumlah yang sama, sejak hutang tersebut muncul dan jaminan itu kontradiksi dengan kepercayaan (wadi’ah).

2. Penelitian yang dilakukan oleh Rabiah Adawiah Engku dalam

jurnalnya yang berjudul “Applied Shari’ah in Financial

Transactions”174 menyimpulkan bahwa:

174 Engku, Rabiah Adawiah (2007). Applied Shari‘ah in Financial Transactions. Retrieved, 10 July, 2010. www.worldpress.com

The contemporary understandings and practiced Wadi’ah Yad Daman is simply more like Qard (loan), thus all principles of loan would be applicable. This is one of the major weakness of the present practice in the Islamic banking which makes no difference between its activities and the conventional banking activities save names or brands of the products or services as the case may be.

Pemahaman kontemporer dan dipraktekkan Wadi'ah Yad Daman hanya lebih seperti Qard (pinjaman), sehingga semua prinsip-prinsip pinjaman akan berlaku. Ini adalah salah satu kelemahan utama dari praktek- praktek yang ada dalam perbankan syariah yang membuat tidak ada perbedaan antara kegiatan dan aktivitas perbankan konvensional menyimpan nama atau merek dari produk atau jasa sebagai kasus mungkin.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Issa Qaed Mansour Qaed dalam jurnalnya yang berjudul “The Concept of Wadi’ah and its Application in Islamic Banking”175 menyimpulkan bahwa:

All banks, whether Islamic or not to use the deposit as one of its products. Keep a safe-deposit, which has a certain criteria based on the type of application and later on the Islamic and conventional banks. In fact there is no term differences between scholars of the Salaf, Imam Hanbali only provide suppression that deposit is one form of transaction on the basis of tabarru. Practice deposits in Islamic banks in general are 4, current deposits, savings deposits, term deposits and investment deposits. Transactions are used on each type of deposit were varied.

175 Issa Qaed Mandour Qaed, The Concept of Wadi’ah and its Application in Islamic Banking, Vol. 2, Issue 11, 2014 (www.questjournals.org)

There Qard, mudarabah, wakalah, and Commodity Murabah. The most fundamental difference in practice between the Islamic Bank and Bank conventional is usury. In Islamic banks, element of usury was replaced with the grant profit and loss sharing.

Semua bank, baik itu bank Islam atau tidak, menggunakan simpanan sebagai salah satu produknya. Simpanan tabungan, memiliki kriteria tertentu berdasarkan jenis aplikasi pada bank syariah dan konvensional. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara istilah ulama salaf, Imam Hambali hanya menyediakan penekanan bahwa simpanan merupakan salah satu bentuk transaksi atas dasar tabarru’. Praktik simpanan di bank syariah pada umumnya saat ini yaitu giro, tabungan, deposito berjangka dan deposito investasi. Transaksi yang digunakan pada setiap jenis simpanan yang bervariasi. Ada Qard, mudarabah, wakalah, dan Komoditi Murabahah. Perbedaan yang paling mendasar dalam praktik antara Bank Islam dan Bank konvensional adalah riba. Di bank syariah, unsur riba adalah diganti dengan keuntungan hibah dan loss sharing.

C. BIOGRAFI SINGKAT ALI AHMAD AS SALUS176

Prof. Dr. Ali Ahmad As-Salus, guru besar ilmu Fikih dan Ushul Fikih di Fakultas Syariah Universitas Qatar.177 Terlahir dengan nasab yaitu Ali bin as

Syeikh Ahmad Ali as Salus. Beliau lahir tahun 1353H – 1934M di Mesir. Kemudian beliau tinggal di Mesir sampai bersekolah di sekolah umum. Kemudian melanjutkan ke perkuliahan Darul Ulum di Kairo. Beliau menyelesaikan perkuliahannya pada tahun 1376H-1957M. Pada tahun 1957M

176 http://www.alisaous.com/message/about diakses pada tanggal 9 Agustus 2016 pada pukul 10.00 WIB

(setelah selesai dengan perkuliahannya) beliau langsung mengamalkan ilmunya dengan menjadi guru di fakultas pendidikan di Mesir selama empat tahun.

Dan beliau berada di ma’had guru-guru itu yang bertempat di Kuwait antara tahun 1376H-1395H (1957M-1975M). Di antara tahun itu beliau mengeluarkan beberapa kitab dari perjalanan seorang pelajar untuk sekolah di tingkat Tsanawiyah hingga sampai kepadanya gelar master dan doktoral. Dan setelah cenderung terus belajar di Universitas Klasemen, beliau pernah bekerja di beberapa tempat sebagai berikut:

- Bekerja sebagai dosen di kampus al Muntasiriah - Bekerja sebagai dosen di ma’had Ulya di Kuwait - Sebagai dosen di Fakultas Syariah di Universitas Qatar

Buku-buku yang pernah beliau tulis di antaranya yaitu: Ma’a al-Syi’ah Itsna Asyariyah fi al-Ushul wa al-Furu’ (Ensiklopedi Sunnah-Syiah),

Mawsu’ah al-Qadhaya al Fiqhiyah al Mua’shirah wa al Iqtishad al-Islami, selain itu juga beberapa kitab-kitab yang digolongkan sebagai tsaqofah Islam.

BAB III

In document iVIS mini X 使用説明書 (Page 138-141)

Related documents